Karya : Roy Agustinus

JUARA Harapan 2

LOMBA PENULISAN NASKAH TEATER REMAJA TAMAN BUDAYA JAWA TIMUR
 2006
SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. BULAN BULAT BERSINAR. NINA MEMASUKI PANGGUNG.
NINA (Menangis)
Kejam! Benar-benar kejam! Huhuhu… katanya cinta tapi ternyata selama ini dia juga pacarin cewek lain. Kalau dulu dia pasti selalu ngerayu, honey, honey, i love you. Honey, honey, cintaku. Honey, honey, ku sun dulu. Merah bibirmu semerah geloraku padamu. Huhuhu… dasar playboy! Buaya! Sekali buaya, tetap buaya! Buaya yang pandai merayu, tapi setelah itu,  semuanya bullshit! Bullshit shit shit! Pembohong! Pembual! Aku dicelein, aku ditipu. Aku tertipuuuu! Huhuhu….
BAYU DENGAN STYLE ANAK BAND MEMASUKI PANGGUNG. MARAH-MARAH. MENENDANG SEBUAH KALENG MINUMAN
BAYU
Dikira sekolahan aja yang penting?? Musik itu nggak penting?? Dikira cuma nilai raport yang penting? Ngeband itu gak penting?? Semuanya nggak adil! Cuma untuk raport, angka, kelakuan baik, kerapihan? Dan musik harus dinomor duakan? Nge band harus dikesampingkan?? Tapi nyatanya mereka sibuk! Mamah papah sibuk. Sibuk buk buk! Nggak adil!
BAYU MENENDANG SEBUAH KALENG. NINA MENDELIK KARENA MERASA TERGANGGU
NINA
Berisik! Apa kira di situ yang punya taman?
BAYU MENENGOK KEARAH NINA SEBENTAR. SEBUAH KALENG DITENDANGNYA LAGI.
BAYU
Masa bodo! Kalau semuanya masa bodo, aku pun bisa masa bodo! Masa bodo!
NINA
Hei, Berisik! Nggak dengar ya??
BAYU
Cewek, apa pedulimu?
NINA
Ngomong cewek lagi?? Hei, aku bisa perduli karena kamu menendang kaleng itu dan kaleng itu menimbulkan bunyi bising yang membuat risih telingaku!! Ngerti??
BAYU
Nggak.
NINA
Busyet!
(Pause)
Hei dengar ya? Aku sebenarnya tidak pernah perduli denganmu. Tapi aku bisa perduli kalau kau mengganggu ketenanganku dengan menendang-nendang kaleng seperti itu!
BAYU
Itu musik. Aku hanya ingin musik. Aku mencari segala sesuatu yang mengandung musik termasuk suara kaleng yang kutendang ini. Begini ini
MENENDANG SATU KALENG LAGI HINGGA MENIMBULKAN SUARA BISING. NINA MENUTUP TELINGA
NINA (Menjerit)
Berisiiiiik!!
BAYU
Sudah tau!!
NINA
Kalau sudah tahu kenapa ditendang?? Kamu lebih baik pergi sana. Jangan disini. Disini taman, tempat yang nyaman. Bukan berisik-berisik begitu! Sakit di kepala, tau gak?
BAYU
Terserah, mau sakit dikepala kek, dikuping kek. Yang penting ada irama.
NINA
Irama, irama…! Suara kaleng gerompangan gitu nggak ada iramanya tau?? Nggak ada musiknya! Yang ada Musak!
BAYU
Musak?? Apa itu musak?
NINA (Tersenyum Menyindir)
Hmmhh! Musak, musik rusak!
BAYU
Jadi kalau musak musik rusak dan kalau musik musik berisik, begitu?
NINA
Baru seucret-ucret mengenal musik, sudah seperti komposer aja lagaknya. Sok tau…
BAYU
Siapa yang sok tau. Kamu yang sok tau. Segalanya memang selalu berkomposisi. Termasuk musik, cinta, dan gaya hidup.
NINA
Alahhhhhh, nggak usah berfilosof deh. Tadi kamu bilang cinta, apa pengetahuanmu tentang cinta?
BAYU
Segudang.
NINA
Hebat. Sebutkan salah satunya.
BAYU
Waktu aku ditinggal pacar.
NINA
Trus…?
BAYU (Menunjuk Nina)
Hehehe… berarti menarik kan??
NINA
Sudah jangan banyak mulut. Ayo teruskan…
BAYU
Yaa, waktu itu aku ditinggal pacar, dan aku begitu menderita.
NINA
Nangis?
BAYU
Yaa, nggak! Memangnya aku perempuan??
NINA
Ohh, jadi kalau cowok nggak bisa nangis dan kalau perempuan pasti bisa nangis, begitu?
BAYU
Nggak seperti itu. Siapa yang punya mata pasti bisa menangis. Mengeluarkan air mata. Seperti Kelinci yang akan dipotong. Dia menangis.
NINA
Dan rasanya seperti dipotong-potong, maksudmu?
BAYU
Begitulah…
NINA
Siapa yang lebih dulu mencari masalah, kamu atau pacarmu?
BAYU
Tidak ada yang bermasalah. Semuanya berjalan normal-normal saja.
NINA
Maksudmu?
BAYU
Semuanya berjalan normal seperti kami saling mencintai dan ketika datang orang ketiga yang memang layak dicintai. Dan kami berpisah. Tidak ada yang salah.
NINA
Aneh, ketika ada orang ketiga yang datang katamu tadi, dan orang ketiga itu layak untuk dicintai? Dan setelah itu kalian berpisah…?
(Pause)
Berarti ada diantara kalian yang berselingkuh?
BAYU
Bukan berselingkuh, terlalu kasar itu. Mendapatkan cinta yang baru. Cinta yang lebih perfect.
NINA
Memang ada cinta yang perfect? Manusia aja tidak ada yang perfect kok?
BAYU
Betul itu. Manusia tidak ada yang perfect. Makanya ada orang ketiga.
(Pause)
Siapa namamu?
NINA
Untuk apa tanya-tanya nama.
BAYU
Pelit amat sih. Mau tahu nama aja nggak boleh. Namaku Bayu.
(Menyodorkan Tangan)
Namamu…
NINA (Mengibas Tangan)
Sudahlah, ngak perlu kenalan. Lagipula apa sih arti sebuah nama?
BAYU
Wahhh, nama itu penting.makanya ada sejarah. His-tories!
NINA
Tapi saat ini kamu bukan histories, jadi nggak perlu kita tahu nama.
BAYU
Oke, sekarang aku memanggilmu Kebo. Karena saat ini pula aku memberimu nama Kebo. Setuju?
NINA
Ehhhh, kurang ajar. Memangnya aku binatang apa?
BAYU
Makanya nama itu kuanggap penting, dan sekarang sebutkan namamu
(Menyodorkan Tangan)
Aku Bayu, dan kamu…
NINA
Bodo!
BAYU
Ohhh, namamu bodo. Biar ku tambah H, jadinya bodoh… setuju?
NINA
Sekali lagi kau panggil aku dengan sebutan itu, kaleng-kaleng yang berserakan itu akan berbicara kepadamu…
BAYU (Meloncat Girang)
Yeahh, aku suka itu. Kaleng-kaleng akan berbicara! Mereka akan mengeluarkan bunyi, dan bunyi itu mempunyai irama. Fan-tas-tic. Musik terdengar. Nada-nada terangkai dan terbentuk harmoni.
NINA
Kerompyang, kerompyang, kerompyang, hahahaha….
BAYU
Jangan tertawa! Aku serius.
NINA (Bangkit Berdiri Lalu Menendang-Nendang Kaleng Satu Persatu. Terdengar Suar Bising. Nina Tertawa-Tawa. Lama Kelamaan Nina Menari. Dia Menendang-Nendang Kaleng  Atau Membentur-Benturkan Kaleng Ke Lantai Hingga Menimbulkan Suara Bising)
Hahahaha….. Hahahaha…. Hahahahaha…
BAYU (Bergaya Dan Bernyanyi Ala Rocker)
Disaat ini kita satukan rasa
Membentuk lingkaran berpegang tangan
Jangan lepaskan aku
Jangan ikat diriku
Bawa jiwaku
Ke alam bebasmu
Yeahhhhhh!!!
Kuatkan rasa
Demi cintaaaa!
Beri kebebasan
Untuk dirikuuu!
Cintai aku
Hargai aku
Lihatlah aku
Peluk diriku
Yeahhhhhh!!!
NINA DAN BAYU TERTAWA-TAWA. MEREKA LALU BERPELUKAN. MEREKA SEPERTI MENDAPATKAN KEBEBASAN DIHATI YANG BISING
PANGGUNG GELAP
DIPANGGUNG TERLIHAT IBU NINA MENONTON TV. NINA DAN BAYU MASUK
MAMA NINA (Membentak)
Dari mana kamu malam begini baru pulang??
(Pause)
Kamu siapa?
NINA
Ini teman Nina, Mam.
MAMA NINA
Mamah tanya dia bukan kamu. Kamu siapa?
BAYU (Gugup)
Saya Bayu, tante. Nama saya Bayu.
MAMA NINA
Malam-malam begini anak saya bersama kamu…?
NINA
Tad, tadi, Nina…
MAMA NINA
Mamah tanya dia bukan kamu. Malam-malam begini anak saya bersama kamu…?
BAYU
Betul Tante. Malam-malam begini anak tante bersama saya.
MAMA NINA
Nina naik masuk kamar.
NINA
Mam…
MAMA NINA
Masuk kamar!
NINA KELUAR PANGGUNG. SEBELUMNYA DIA MELAYANGKAN KISS BYE JARAK JAUH KEPADA BAYU. BAYU MEMBALAS. MAMA NINA MEMANDANG SINIS
MAMA NINA
Tolong dengar, saya memang pengagum sinetron. Tapi saya tidak ingin berteriak-teriak, memaki-maki kamu jika kamu datang lagi ke rumah ini. Paham? Selamat malam…
BAYU
Paham, Tante. Selamat malam…
PANGGUNG GELAP
PANGGUNG ADALAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. BULAN BULAT BERSINAR. NINA MEMASUKI PANGGUNG. MENEKAN HP DAN MENDEKATKAN KE TELINGA. TERDENGAR SUARA MAILBOX
SUARA MAILBOX
Nomor yang anda tuju segaja tidak aktif. Silahkan menghubungi beberapa saat lagi…
NINA
Bayu kok mailbox sih…
BERJALAN DIPINGGIR TAMAN. MEMANDANG SEKITAR DAN KADANG MEMANDANG BULAN YANG BERSINAR BULAT
NINA MEMENCET HP. MENGIRIM SMS. TAK LAMA TERDENGAR SUARA BIP SMS 3 KALI. NINA MENGECEK LAPORAN
NINA
Masih nggak aktip. Kemana sih dia…
NINA DUDUK TERPEKUR SAMBIL MENOPANG TANGAN DI DAGU. BEBERAPA ORANG BERPACARAN LEWAT. MEREKA DUDUK DEKAT NINA. NINA TERLIHAT RISIH. DIA BERDIRI DAN PERGI
DIPANGGUNG AYAH DAN IBU BAYU TERLIHAT BERTENGKAR
PAPAH BAYU
Kamu yang seharusnya mikir. Aku yang cari uang kamu diam dirumah! Dari zaman dulu hal itu sudah wajar. Bapak ke kantor dan ibu memasak. Dan itu sudah masuk kurikulum anak SD! Tidak bisa lagi diutak-atik!
MAMAH BAYU
Enak aja. Memangnya kamu aja yang pantas cari uang.
(Menepuk Dada)
Nih, aku juga mampu. Aku punya izasah, aku punya kenalan, aku punya otak, aku bisa cari kerja. Bahkan aku yakin bisa cari kerja dengan gaji yang lebih besar dari gajimu sekarang!
PAPAH BAYU
Itulah egoismu, kamu ikut-ikutan cari uang samapi-sampai urusan rumah terbengkalai. Lihat si Koko sekarang dia masuk panti rehabilitasi. Lihat si Lilo, baru semester 4 sudah hamili anak orang. Dan aku yakin hal yang buruk juga akan terjadi dengan Bayu, anak bungsu kita. Dan semua itu gara-gara kamu. Karena kamu sok jadi wanita karier!!
MAMAH BAYU
Eh, eh, malah bawa anak-anak segala?? Apa selama ini kamu selalu perhatikan anak-anak? Berangkat pagi pulang malam, berangkat pagi pulang malam. Meeting dikantor, di hotel anu sampai-sampai kamu meeting sama sekrestrismu yang bahenol itu? Kamu telantarkan aku dan anak-anak, ingat itu? Ingat??
PAPAH BAYU
Waktu itu aku terlalu stress dengan segala masalah. Belum lagi kerjaan kantor, masalah anak-anak, saudara-saudaramu yang selalu merongrong minta ini minta anu. Dan kamu tidak pernah memperhatikan itu. Kamu selalu menganggap aku kuat, aku bisa, aku mampu!!
BAYU DATANG
BAYU
Ada apa pap, mam? Teriak-teriak sampai kedengeran ke kamar Bayu. Berantem lagi?
MAMAH BAYU
Hushhh! Diam kamu. Sana masuk ke kamar!
BAYU
Kenyataannya kan begitu Mam, Pap? Bayu dengar kok semuanya.
MAMAH BAYU
Hehh, mamah bilang diam, malah nyambung terus. Ini bukan urusan anak-anak. Ayo sana masuk kamar. Belajar!!
BAYU
Belajar? Bayu sudah bosan belajar, mam.
MAMAH BAYU
Ya ampunnn, malah disambungin terus. Ini bukan urusan anak-anak. Ayo sana masuk kamar!!
BAYU
Justru karena bukan urusan anak-anak Bayu bertanya, Mam. Betul kan Pap?
MAMAH DAN PAPAH BAYU
Diam kamu!!
BAYU
Berarti betul kan kalau Bayu bukan anak-anak. Buktinya Bayu ngomong disuruh diam.
PAPAH BAYU
Itu, itu hasil didikan kamu!
MAMAH BAYU
Sembarangan nuduh! Karena kenapa anak bisa begitu, ya karena kamu nggak pernah kasih perhatian.
PAPAH BAYU
Hebat sekali kamu bicara. Perhatian, perhatian… kamu seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar. Itu karena kamu perempuan. Seorang ibu!!
MAMAH BAYU
Lah, jadi sebagai ayah, apa tugasmu lepas dari perhatian? Jangan lari dari tanggung jawab kamu!
BAYU (Berteriak Sambil Mengangkat Kedua Tangan Seperti Pak Polisi)
Stop! Stop! Semuanya stop berbicara.
(Pause)
Saya sangat kecewa. Saya sangat kecewa. Sungguh-sungguh saya kecewa. Dan kekecewaan itu, tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata…
Papahku Mamahku… aku tidak bisa bicara…
BAYU KELUAR
PANGGUNG GELAP. TAPI MASIH TERDENGAR SUARA PERTENGKARAN PAPAH DAN MAMAH BAYU
PANGGUNG TERANG. DIKIRI BAYU SEDANG DUDUK SANTAI DI SOFA. DISEBELAH KANAN NINA SEDANG TENGKURAP DI RANJANG. KEDUANYA BERBICARA MELALAUI TELEPON
BAYU
Maafkan aku. Aku tidak bisa jam tujuh tadi ke taman. Kamu pasti marah…
NINA
Jelas marah dong! Memangnya kenapa kamu nggak datang?
BAYU
Mau tau?
NINA
Pasti dong.
BAYU
Dengar baik-baik
SUARA MAMAH DAN PAPAH BAYU TERDENGAR LAGI
Sudah jelaskan…? Itu alasannya.
NINA
Mereka berkelahi lagi? Seberapa sering mereka berkelahi?
BAYU
Tergantung keinginan. Bisa pagi, bisa malam, bisa subuh, nggak pernah tentu…
NINA
Bising…?
BAYU
Jelas bising. Aku mau ketenangan seperti ketenangan yang aku rasakan di taman.
NINA
Kita pergi ke taman sekarang, mau?
BAYU
Tapi sudah malam. Dan penggemar sinetron pasti akan berteriak-teriak memaki-maki namaku karena anaknya pergi malam-malam denganku.
NINA
Bukan cuma penggemar sinetron, mungkin berbakat menjadi pemain film. Mau dengar?
TERDENGAR SUARA-SUARA ORANG TERTAWA
BAYU
Sudah kudengar.
NINA
Mereka sedang bermain kartu. Yang laki-laki dan perempuan. Kadang jumlah mereka tidak tentu. Yang perempuan bisa berjumlah 2 sampai 4 orang dan yang laki-laki juga demikian. Dan setelah itu mereka akan tidur bersama seperti orang gila.
BAYU
Kenapa mamahmu tidak menikah saja?
NINA
Mamah bilang sulit mencari pengganti seperti papahku. Papahku laki-laki yang gagah dan lemah lembut. Meski sekarang tak pernah kunjung pulang.
BAYU
Kamu rindu…?
NINA
Rinduuu sekali. Sampai-sampai kubawa ke alam mimpi. Waktu aku bertemu aku sudah melambai-kan tangan, tapi sayang, papahku tidak mendengar. Dia sepert pergi bersama kabut putih dan menghilang.
(Pause)
Mau pergi ke taman sekarang…?
BAYU
Jangan sekarang. besok malam saja. Sekarang lebih baik kita tidur…
NINA
Nyanyikan aku satu lagu dulu. Plz…
BAYU
Oke.
(Bernyanyi)
Nina bobo
O, Nina bobo
Kalau kamu bobo
Papahmu datang
Bobo sayang
Lupakan yang hitam
Biarkan hatimu
Ditemani malam
DIPANGGUNG KEDUANYA MENUTUP TELEPON. MENATAP LANGIT-LANGIT HINGGA LAMA-KELAMAAN LAMPU PANGGUNG PUN PADAM
SEBUAH TAMAN DENGAN LAMPU BULAT DIMANA ADA BEBERAPA BANGKU YANG NAMPAK KOSONG. BULAN BULAT BERSINAR. PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA DUDUK BERDUA
MAMAH NINA
Jadi sekarang bagaimana? Yang jelas anakku dan anakmu berpacaran. Aku sudah pernah melarang, tapi kelihatannya mereka memang sudah benar-benar saling cinta.
PAPAH BAYU
Aku juga bingung. Ingin sebenarnya aku menikahimu, tapi, ahhh…
MAMAH NINA
Karena istrimu itu? Itu yang membuat kamu berat untuk menikahiku?
PAPAH BAYU
Termasuk hubungan Bayu dan Nina.
MAMAH NINA
Kalau mereka tahu kita akan menikah, toh mereka akan mengerti sendiri. Tapi yang jelas aku minta kejelasan darimu, apakah kamu benar-benar mau menikahiku atau tidak?
PAPAH BAYU
Tentu, aku akan menikahimu. Tapi tidak semudah itu. Semuanya harus dengan penyelesaian yang baik.
MAMAH NINA
Sudah hampir 10 tahun aku hidup menjanda. Kau tahu kan bagaimana rasanya? Aku kesepian, Mas. Kesepian…
PAPAH BAYU
Aku juga kesepian. Kesepian terus hidup begini. Hidup penuh dosa. Dimana setiap hari aku terpaksa berbohong kepada istri dan anak-anakku.
MAMAH NINA
Aku memang perempuan kotor, Mas. Tapi cintaku padamu cinta yang suci.
PAPAH BAYU
Jangan lihat status kita, sayang. Tapi lihat cinta kita. Cinta kita ini cinta yang tulus dan suci. Dan dalam kamus cintaku, kau adalah wanita terhormat yang pernah aku temui.
MAMAH NINA
Dimuka bumi ini, Mas?
PAPAH BAYU
Sampai ke akhirat!
MAMAH NINA
Tapi seandainya anak kita lebih duluan bagaimana, Mas?
PAPAH BAYU
Maksudmu?
MAMAH NINA
Permisalkan saja anakku hamil karena perbuatan anakmu.
PAPAH BAYU
Itu yang bahaya!
MAMAH NINA
Musti dicegah itu, Mas.
PAPAH BAYU
Dicegah? Kamu kira demam berdarah??
MAMAH NINA
Ya terang dicegah dong? Kalau pada suatu saat nanti kamu sudah cerai dengan istrimu dan kita langsung merencanakan pernikahan, tapi tiba-tiba saja kita mendengar kalau anakku hamil karena perbuatan anakmu, kan itu kacau, Mas?
PAPAH BAYU
 Bener juga kamu. Semakin hari kamu semakin pintar dan juga cantik, sayangku…
MAMAH NINA
Ahh, mas bisa aja…
PAPAH BAYU
Bener! Tanya aja penonton hehehe…
CAHAYA PADA PAPAH BAYU DAN MAMAH NINA GELAP. LAMPU MENYOROT KEARAH NINA DAN BAYU YANG NAMPAK EMPERHATIKAN KEDUA ORANG TUANYA. NINA DAN BAYU KEMUDIAN PERGI
PANGGUNG GELAP DIPANGGUNG NAMPAK SEBUAH RANJANG. NINA DAN BAYU MASUK
NINA
Kamu yang menentukan sekarang.
BAYU
Disini?
NINA
Iya, dimana lagi?
NINA LANGSUNG NAIK KE ATAS RANJANG. HENDAK MEMBUKA BAJU
BAYU
Stop! Stop!
NINA (Tidak Jadi Membuka Baju)
Kenapa?
BAYU MENGHAMPIRI NINA
BAYU
Terlalu cepat. Kita terlalu cepat mengambil keputusan. Seandainya rencana mereka tidak terwujud, toh kita akhirnya tetap jodoh. Aku rasa kita terlalu cepat mengambil keputusan seperti ini. Diranjang ini.
NINA (Terisak)
Dan itu berarti kamu akan meninggalkan aku?
BAYU
Belum tentu. Kita lihat nanti apa yang terjadi. 
NINA TENGKURAP DIATAS RANJANG. MENANGIS. BAYU MENDEKAT DAN MEMBUJUK
BAYU
Sudahlah, beban hidup memang terkadang terasa berat untuk kita tanggung. Tapi aku merasa, semakin hari aku semakin bertambah tua. Mungkin bukan karena umur, tapi karena persoalan. Maafkan aku, aku tidak bisa menjanjikan hubungan kita untuk sekarang…
NINA
Tapi kamu masih mencintaiku kan…?
BAYU
Setulus hati…
NINA
Betul?
BAYU
Betul.
NINA
Tapi aku mau tahu pendapatmu, mana yang kamu pilih, orang tua kita yang jodoh atau kita yang jodoh?
BAYU
Sulit untuk ku jawab sekarang ini. Tapi asal kau tahu, aku sangat mencintaimu.
NINA
Aku begitu lemah sekarang.
BAYU
Tidurlah…
NINA
Nyanyikan aku satu lagu dulu. Plz…
BAYU
Oke.
(Bernyanyi)
Nina bobo
O, Nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamuk
Bobo sayang
Adikku yang manis
Kalau tidak bobo digigit nyamuk
TAMAT