Obama menyebut Neil Armstrong salah satu pahlawan terbesar AS.
Astronot Neil Armstrong, manusia pertama yang mendarat di Bulan, meninggal dunia di usia 82 tahun.
Sebuah pernyataan dari keluarganya mengatakan dia meninggal akibat komplikasi dari operasi jantung yang dia jalani awal bulan ini.
Neil Armstrong pertama kali melangkah di Bulan pada 20 Juli 1969, dan menggambarkan pengalamannya itu dengan kalimat yang menjadi fenomena, ”satu langkah kecil bagi seorang manusia, satu lompatan besar bagi umat manusia.”
Presiden AS Barack Obama mengatakan Armstrong sebagai ”salah satu pahlawan terbesar Amerika, bukan hanya di masanya tetapi juga semua masa.”
November silam dia menerima Medali Emas Kongres, penghargaan tertinggi bagi warga sipil AS.
Dia merupakan komandan pesawat ruang angkasa Apollo 11. Lebih dari 500 juta pemirsa TV di seluruh dunia menyaksikan detik-detik saat pesawat tersebut mendarat di permukaan Bulan.
Armstrong dan rekannya Edwin “Buzz” Aldrin menghabiskan waktu sekitar tiga jam berjalan di Bulan, mengumpulkan sampel, melakukan percobaan dan mengambil gambar foto.
“Pemandangannya sangat luar biasa, lebih dari pengalaman visual yang pernah saya jalani,” kata Armstrong saat menceritakan pengalamannya di Bulan.
Aldrin kepada BBC mengatakan: ”Sangat sedih bahwa kami tidak bisa bersama sebagai sebuah kru saat perayaan 50 tahun misi.. Saya akan selalu mengingatnya sebagai komandan yang sangat cakap.”

Rendah hati

Neil Armstrong dikenal sebagai komandan yang rendah hati.

Apollo 11 merupakan misi ruang angkasa terakhir Armstrong. Tahun 1971, dia meninggalkan NASA dan menjadi pengajar teknik ruang angkasa
Lahir tahun 1930 dan dibesarkan di Ohio, Armstrong pertama kali cinta dunia penerbangan di usia enam tahun akibat pengaruh dari ayahnya.
Dia menerbangkan jet tempur Angkatan Laut AS saat Perang Korea tahun 1950-an, dan bergabung dengan program ruang angkasa AS di tahun 1962.
Armstrong hingga akhir hayatnya dikenal sebagai tokoh yang rendah hati dan tidak pernah terlibat dalam kemewahan eksplorasi ruang angkasa.
“Saya selalu dan akan terus menjadi kaus kaki putih, pelindung kantung, teknisi kutu buku,” katanya di Februari 2000 dalam sebuah penampilan publik yang jarang dia lakukan.
Dalam sebuah pernyataan, keluarganya memuji sebagai ”seorang yang enggan disebut sebagai pahlwan Amerika” yang ”dengan bangga berbakti kepada negaranya, sebagai pilot jet tempur, tes pilot dan astronot.”
Pernyataan ini tidak menyebutkan dimana Armstrong meninggal dunia. 7 Agustus lalu dia sempat menjalani operasi jantung untuk membebaskan penyumbatan pembuluh darah arteri koroner.