salamku duniaku

Berbagi Informasi Kesehatan Religi dan Trik Tips Dan Lain Lain

Anda seorang muslim dan ingin mencari blog yang tepat untuk anda sebagai seorang muslim ? Kunjungi saja blog ini yaitu http://salampathokan.blogspot.com/. Meskipun sebagian ada yang merupakan tips dan triks tapi tidaklah masalah apabila kita membacanya sejenak. Berikut contoh artikelnya :

Kedudukan Hadits Fadlilah Yaasiin Bg 5

surah yaasiin

Sebelumnya telah dibahas Kedudukan Hadits FadlilahYaasiin Bg 4, berikut ini kelanjutanya mengenai hadits tentang surah Yaasiin. 

Surat Yaasiin dibaca di pekuburan.

Hadits ke-41
عَنْ اَنَسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ دَخَلَ اْلمَقَابِرَ فَقَرَأَ سُوْرَةَ يس خَفَّفَ اللهُ عَنْهُمْ يَوْمَئِذٍ وَ كَانَ لَهُ بِعَدَدِ حُرُوْفِهَا حَسَنَاتٌ. فى تفسير القرطبى 15: 4
Dari Anas (bin Malik), bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memasuki kuburan, lalu membaca surat Yaasiin, niscaya Allah meringankan (siksa qubur) mereka pada hari itu, dan adalah bagi orang yang membacanya mendapat kebaikan sejumlah huruf-hurufnya”. [Dalam Tafsir Al-Qurthubiy juz 15, hal. 4]
Keterangan :
Di dalam kitab Silsilatul Ahaadiitsidl Dla’iifah wal Maudluu’ah oleh Al-Albaniy, hadits tersebut tertulis demikian :

مَنْ دَخَلَ اْلمَقَابِرَ فَقَرَأَ سُوْرَةَ (يس) خَفَّفَ عَنْهُمْ يَوْمَئِذٍ، وَ كَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَنْ فِيْهَا حَسَنَاتٌ. سلسلة الاحاديث الضعيفة 3: 397، رقم: 1246
Barangsiapa yang memasuki kuburan, lalu membaca surat Yaasiin, Allah ringankan (siksa qubur) mereka pada hari itu, dan bagi orang yang membacanya mendapatkan kebaikan sebanyak bilangan orang-orang yang di dalam kuburan itu”. [Silsilatul Ahaadiitsidl Dla’iifah juz 3, hal. 397, no. 1246].
Hadits ini dla’if, bahkan Al-Albaniy mengatakannya maudlu’ (palsu), karena ada beberapa kelemahan :
  • Pertama, di dalam sanadnya ada rawi yang bernama Abu ‘Ubaidah. Ibnu Ma’in menyatakan, “Dia majhul”.
  • Kedua, Ayyub bin Mudrik. Rawi ini telah disepakati kedla’ifannya, bahkan Ibnu Ma’in menyatakan bahwa rawi tersebut kadzdzaab (pendusta).
  • Ketiga, Ahmad Ar-Riyaahiy, nama lengkapnya adalah Ahmad bin Yazid bin Dinar, dengan kunyah Abul ‘Awwaam. Tentang perawi ini Baihaqiy menyatakan bahwa dia rawi yang majhul. [Silsilatul Ahaadiitsidl Dla’ifah wal Maudluu’ah juz 3, hal. 397, no. 1246]
Hadits ke-42

عَنْ عَائشَةَ عَنْ اَبِى بَكْرٍ مَرْفُوْعًا: مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ اَوْ اَحَدِهِمَا فِى يَوْمِ جُمُعَةٍ فَقَرَأَ يس غَفَرَ اللهُ لَهُ. ميزان الاعتدال 3: 261
Dari ‘Aisyah, dari Abu Bakr, ia mengatakan dari Nabi SAW, “Barangsiapa ziyarah qubur kedua orang tuanya atau salah satunya pada hari Jum’at, lalu membaca surat Yaasiin, niscaya diampuni dosanya”. [Mizaanul I’tidal juz 3, hal. 261]
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy, dia berkata, “hadits ini, dengan sanad ini adalah baathil” (rusak).
Di dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Amr bin Ziyaad, ia tertuduh memalsu hadits. Daruquthniy berkata, “Ia memalsu hadits”.
Kesimpulan :
Membaca surat Yaasiin di kuburan agar diampuni dosanya adalah tidak benar.
Bacaan Yaasiin dan mati syahid.
Hadits ke-43
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ دَاوَمَ عَلَى قِرَاءَةِ يس كُلَّ لَيْلَةٍ ثُمَّ مَاتَ مَاتَ شَهِيدًا. الطبرانى فى المعجم الصغير 2: 191، رقم: 1010
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membiasakan membaca surat Yaasiin setiap malam, kemudian meninggal, maka ia meninggal dalam keadaan mati syahid”. [HR. Thabraniy, dalam Mu’jamush Shaghiir juz 2, hal. 191, no. 1010]
Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :
Nabi SAW — Anas bin Malik — Az-Zuhriy — Ma’mar — Rabah bin Zaid Ash-Shan’aniy — Sa’id bin Musa Al-Azdiy Al-Himshiy — Muhammad bin Hafsh Al-Anshariy Al-Himshiy — Muhammad bin Musa Al-Qaththan Al-Hamdaniy — Thabraniy.
Hadits ini dla’if, karena di dalam sanadnya ada perawi bernama Sa’id bin Musa Al-Azdiy Al-Himshiy. Rawi tersebut dinyatakan memalsu hadits oleh Ibnu Hibban. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 159, no. 3280]
Kesimpulan :
Membiasakan bacaan Yaasiin setiap malam akan mengakibatkan mati syahid adalah tidak benar.
Yaasiin dapat memenuhi segala kebutuhan
Hadits ke-44

عَنْ عَطَاءِ بْنِ اَبِى رَبَاحٍ قَالَ: بَلَغَنِى اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس فِى صَدْرِ النَّهَارِ قُضِيَتْ حَوَائِجُهُ. الدارمى 2: 457، 3268
Dari ‘Atha’ bin Abi Rabah, ia berkata : Telah sampai berita kepadaku, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Yaasiin pada permulaan siang, niscaya terpenuhi segala keperluannya”. [HR. Darimi juz 2, hal. 457, no. 3268]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :
Nabi SAW — ‘Atha’ bin Abu Rabah (tidak mendengar dari Nabi SAW) — Muhammad bin Juhadah — Ziyad bin Khaitsamah — Abuuhu — Al-Walid bin Syuja’ — Darimiy.
Hadits ini dla’if, karena hadits ini mursal. Yakni ‘Atha’ bin Abi Rabah bukan shahabat, sehingga tidak jelas dari siapa dia mendapatkan hadits ini.
Hadits ke-45
عَنِ الصَّلْتِ اَنَّ اَبَا بَكْرٍ الصّدّيْقَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سُوْرَةُ يس (تُدْعَى مِنَ التَّوْرَاةِ) فِى التَّوْرَاةِ تُدْعَى اْلمُعِمَّةَ. قِيْلَ وَ مَا اْلمُعِمَّةُ؟ قَالَ: نُعِمَ صَاحِبُهَا بِخَيْرِ الدُّنْيَا وَ اْلآخِرَةِ وَ تُكَابِدُ عَنْهُ بَلْوَى الدُّنْيَا وَ تَدْفَعُ عَنْهُ اَهْوَالَ اْلآخِرَةِ، وَ تُدْعَى الدَّافِعَةَ اْلقَاضِيَةَ تَدْفَعُ عَنْ صَاحِبِهَا كُلَّ سُوْءٍ وَ تَقْضِى لَهُ كُلَّ حَاجَةٍ. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 480، رقم: 2465
Dari Ash-Shalt bahwasanya Abu Bakar Ash-Shiddiiq RA berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Surat Yaasiin (disebut dari Taurat) di dalam Taurat disebut Mu’immah. Ada yang bertanya, “Apa mu’immah itu ?”. Beliau SAW bersabda, “Orang yang membacanya diberi ni’mat dengan kebaikan di dunia dan di akhirat, menjauhkan dari bencana dunia dan menjauhkan dari bencana akhirat. Dan disebut Ad-Daafi’ah Al-Qaadliyah, yaitu menolak semua keburukan bagi pembacanya dan memenuhi segala kebutuhannya”. [HR. Baihaqi, dalam Syu’abul Iman juz 2, hal. 480, no. 2465]
Baihaqi menerima hadits ini dari dua jalan, sebagai berikut :
A. Nabi SAW — Abu Bakar Ash-Shiddiq — Ash-Shalt — Hilal —Sulaiman bin Mirqaa’ Al-Jundiy — Muhammad bin ‘Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Jud’aniy — Isma’il bin Abi Uwais — Muhammad bin Abdur Rahman Asy-Syamiy — Abu Abdillah Bisyr bin Muhammad bin ‘Abdullah Al-Muzaniy — Abu Dzarr ‘Abdullah bin Ahmad bin Muhammad Al-Maliki — Baihaqi.

B. Nabi SAW — Abu Bakar Ash-Shiddiq — Ash-Shalt — Hilal —Sulaiman bin Mirqaa’ Al-Jundiy — Muhammad bin ‘Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Jud’aniy — Isma’il bin Abi Uwais — Al-Hasan bin ‘Ali bin Ziyad — Abul ‘Abbas Adl_Dlubaiy — Abu Nashr bin Qatadah — Baihaqi.
Hadits ini dla’if karena pada sanadnya ada rawi yang bernama Sulaiman bin Mirqaa’, ia dijarh munkarul hadits oleh Al-‘Uqailiy. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 222, no. 3509]
Kesimpulan :
Membaca surat Yaasiin dengan keyaqinan akan tercukupi kebutuhannya adalah tidak benar.
Mendengarkan bacaan surat Yaasiin sama dengan infaq fii sabiilillaah.
Hadits ke-46

عَنْ عَلِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ سَمِعَ سُوْرَةَ يس عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِيْنَ دِيْنَارًا فِى سَبِيْلِ اللهِ. الخطيب البغدادى 6: 248
Dari Ali, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mendengar surat Yaasiin, (pahalanya) sama dengan bersedeqah dua puluh dinar fii sabiilillaah”. [HR. Al-Khathib Al-Baghdadiy juz 6, hal. 248]
Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :
Nabi SAW — ‘Ali — Al-Haarits — Abu Ishaq — Sufyan Ats-Tsauriy — Isma’il bin Yahya Al-Baghdaadiy — Al-‘Abbas bin Isma’il Ar-Raqiy — Ahmad bin Ja’far bin Nahsr Al-Jamal — Manshur Al-Busanjiy — Abu Bakr Al-Barqaniy — Al-Khathib Al-Baghdaadiy.
Hadits ini dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Isma’il bin Yahya Al-Baghdadiy. Daruquthni mengatakan, “Ia dla’if, matruukul hadiits”. [Tarikh Baghdad Al-Khathiib Al-Baghdaadiy juz 6, hal. 249]
Hadits ke-47
عَنِ الصَّلْتِ اَنَّ اَبَا بَكْرٍ الصّدّيْقَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سُوْرَةُ يس … وَ مَنْ سَمِعَهَا عَدَلَتْ لَهُ اَلْفَ دِيْنَارٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 480، رقم: 2465
Dari Ash-Shalt bahwasanya Abu Bakar Ash-Shiddiiq RA berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Surat Yaasiin …..….. dan barangsiapa mendengarnya maka sama dengan berinfaq seribu dinar di jalan Allah”. [HR. Baihaqi, dalam Syu’abul Iman juz 2, hal. 380, no. 2465]

Baihaqi menerima hadits ini dari dua jalan, sebagai berikut :
A. Nabi SAW — Abu Bakar Ash-Shiddiq — Ash-Shalt — Hilal —Sulaiman bin Mirqaa’ Al-Jundiy — Muhammad bin ‘Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Jud’aniy — Isma’il bin Abi Uwais — Muhammad bin Abdur Rahman Asy-Syamiy — Abu Abdillah Bisyr bin Muhammad bin ‘Abdullah Al-Muzaniy — Abu Dzarr ‘Abdullah bin Ahmad bin Muhammad Al-Maliki — Baihaqi.

B. Nabi SAW — Abu Bakar Ash-Shiddiq — Ash-Shalt — Hilal —Sulaiman bin Mirqaa’ Al-Jundiy — Muhammad bin ‘Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Jud’aniy — Isma’il bin Abi Uwais — Al-Hasan bin ‘Ali bin Ziyad — Abul ‘Abbas Adl_Dlubaiy — Abu Nashr bin Qatadah — Baihaqi.
Hadits ini dla’if karena pada sanadnya ada rawi yang bernama Sulaiman bin Mirqaa’, ia dijarh munkarul hadits oleh Al-‘Uqailiy. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 222, no. 3509]
Kesimpulan :
Mendengar surat Yaasiin dengan keyaqinan sama dengan infaq fii sabiilillaah adalah tidak benar.
Beberapa khasiat lain membaca Yaasiin
Hadits ke-48
عَنْ اَيُّوْبَ السَّخْتِيَانِي عَنْ اَبِي قِلاَبَةَ قَالَ:…وَ مَنْ قَرَأَ يس غُفِرَ لَهُ وَ مَنْ قَرَأَهَا وَ هُوَ جَائِعٌ شُبِعَ وَ مَنْ قَرَأَهَا وَ هُوَ ضَالٌّ هُدِىَ وَ مَنْ قَرَأَهَا وَ لَهُ ضَالَّةٌ وَجَدَهَا وَ مَنْ قَرَأَهَا عَلَى طَعَامٍ خَافَ قِلَّتَهُ كَفَاهُ وَ مَنْ قَرَأَهَا عِنْدَ مَيّتٍ هُوّنَ عَلَيْهِ وَ مَنْ قَرَأَهَا عِنْدَ امْرَأَةٍ يُخْشَى عَلَيْهَا وَلَدُهَا يَسَّرَ عَلَيْهَا. البيهقى 2: 481، رقم: 2467
Dari Ayyub As-Sakhtiyaniy, dari Abu Qilabah, ia berkata, “Dan barangsiapa yang membaca Yaasiin, maka akan diampuni (dosa-dosa) baginya, barangsiapa yang membacanya dalam keadaan lapar, pasti akan diberi rasa kenyang, barangsiapa yang membacanya dikala tersesat pasti ia akan dapat petunjuk, dan barangsiapa yang membacanya pada waktu kehilangan sesuatu, maka pasti ia akan menemukannya, barangsiapa yang membacanya di hadapan makanan yang dikhawatirkan (tidak cukup) karena sedikitnya, maka (Allah) akan mencukupkannya, barangsiapa yang membacanya di sisi orang yang akan meninggal, pastilah ia diberi kemudahan, dan barangsiapa membacanya di hadapan seorang ibu yang dikhawatirkan (disulitkan) anaknya, pasti (Allah) memberi kemudahan padanya. [HR. Baihaqi juz 2, hal. 481, no 2467]
Adapun sanad hadits ini adalah sebagai berikut :
Abu Qilabah — Ayyub As-Sakhtiyaniy — Al-Khalil bin Murrah — Ma’mar — Sa’dan bin Nashr — Isma’il bin Muhammad Ash-Shafar — Abul Husain bin Bisyran — Baihaqiy.
Hadits ini dla’if, disamping bukan sabda Nabi SAW, juga karena dalam sanadnya ada rawi yang bernama Al-Khalil bin Murrah.. Bukhari berkata, “Dia munkarul hadits dan haditsnya tidak shahih”. [Tahdzibut Tahdzib juz 3, hal. 146, no. 319]
Kesimpulan :
Hadits tersebut bukan sabda Nabi SAW, bukan pula kata-kata Abu Qilabah (shahabat), artinya seseorang menyandarkannya kepada shahabat Abu Qilabah. Keyaqinan-keyaqinan di atas merupakan aqidah yang sesat dan harus dihilangkan.
Beberapa isthilah yang terdapat dalam artikel :
  • Dla’if : Lemah.
  • Hadits maqthu’ : Hadits yang sanadnya hanya sampai kepada Tabi’in atau di bawahnya.
  • Hadits marfu’ : Hadits yang sanadnya sampai kepada Nabi SAW.
  • Hadits mauquf : Hadits yang sanadnya hanya sampai kepada shahabat (perkataan atau perbuatan shahabat)
  • Jarh : Cela
  • Kunyah Sebutan seseorang yang diawali dengan Abu (bagi laki-laki) atau Ummu (bagi perempuan). Contoh : Abu Hurairah, Ummu Salamah, dll.
  • Majhul : tidak dikenal
  • Matrukul hadits : Haditsnya ditinggalkan. Jarh untuk seorang rawi yang tertuduh dusta.
  • Mudallis : Orang yang menyembunyikan rawi.
  • Munkarul hadits : Haditsnya diingkari, jarh untuk perawi yang banyak salah, lalai atau fasiq.
  • Munqathi’ : Hadits yang gugur di tengah sanadnya.
  • Mursal : Hadits yang gugur di akhir sanadnya.
  • Rawi : Periwayat hadits.
  • Sanad : Rangkaian rawi-rawi
  • Tabi’in : Orang Islam yang bertemu dengan shahabat dan meninggal di dalam keislamannya.
  • Tabi’it tabi’in : Orang Islam yang bertemu dengan Tabi’in dan meninggal dalam keislamannya.
  • Tsiqat : Kuat, bisa dipercaya.
Surat Thaahaa dan Yaasiin bacaan ahli surga.
Hadits ke-49.
رَوَى الضَّحَّاكُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: … وَ اِنَّ اَهْلَ اْلجَنَّةِ يُرْفَعُ عَنْهُمُ اْلقُرْانُ فَلاَ يَقْرَءُوْنَ شَيْئًا اِلاَّ طه وَ يس. فى تفسير القرطبى 15: 3
Adl-Dlahhaak meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “……dan sesungguhnya ahli surga itu dihilangkan dari mereka Al-Qur’an, maka mereka tidak membaca sesuatu kecuali surat Thaahaa dan Yaasiin”. [Dalam Tafsir Al-Qurthubiy juz 15, hal. 3]
Keterangan :
Hadits ini dla’if. Pada hadits tersebut disebutkan bahwa Adl-Dlahhaak meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, padahal Adl-Dlhahhaak tidak pernah bertemu dengan Ibnu‘Abbas, sebagaimana pernyataan beliau sendiri ketika ditanya oleh Musyasy, “Apakah engkau bertemu dengan Ibnu ‘Abbas ?”. Beliau menjawab, “Tidak !”. Hal ini sejalan dengan pernyataan ‘Abdul Malik bin Maisarah bahwa Adl-Dlahhaak tidak bertemu dengan Ibnu ‘Abbas. [Ath-Thabaqaat Ibnu Sa’ad juz 6, hal. 301]
Dengan demikian hadits ini munqathi’ dan dla’if.
Kesimpulan :
Membaca surat Thaahaa dan Yaasiin dengan keyaqinan bahwa surat tersebut merupakan bacaan ahli surga adalah tidak benar.
Tammat
sumber brosur mta

Kedudukan Hadits Fadlilah Yaasiin Bg 4

Sebelumnya telah dibahas Kedudukan Hadits FadlilahYaasiin Bg 3, berikut ini kelanjutanya mengenai hadits tentang surah Yaasiin. 
Surat Yaasiin dibaca malam hari.
Hadits ke-30
عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ فِى تِلْكَ اللَّيْلَةِ. الدارمى 2: 457، رقم: 3267
Dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca surat Yaasiin pada malam hari dengan mengharap ridla Allah, maka diampuni baginya (dari dosanya) pada malam itu”. [HR. Darimiy juz 2, hal. 457, no. 3267]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :
surah yaasiinNabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan (tidak mendengar dari Abu Hurairah) — Muhammad bin Juhadah — Ziyad bin Khaitsamah — Abuhu (ayahnya) — Al-Walid bin Syuja’ — Darimiy.
Hadits ini dla’if, karena Al-Hasan (Al-Bashriy) meriwayatkan dengan ‘an ‘anah (meriwayatkan hadits dengan kata-kata ‘an) dari Abu Hurairah, padahal ia seorang mudallis, sehingga bisa juga ia mendapatkan hadits ini dari seseorang yang tidak ia sebutkan namanya, maka hadits itu munqathi’. [Lihat Mizaanul I’tidal juz 1, hal. 527, no. 1968].
Hadits ke-31
عَنِ اْلحَسَنِ قَالَ: سَمِعْتُ اَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ اَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ، وَ مَنْ قَرَأَ حم الَّتِى يُذْكَرُ فِيْهَا الدُّخَانُ فِى لَيْلَةِ جُمُعَةٍ اَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ. ابو يعلى الموصلى 5: 390، رقم: 6196
Dari Al-Hasan, ia berkata : Aku mendengar Abu Hurairah berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Yaasiin pada malam hari, maka pada pagi itu ia diampuni (dari dosanya). Dan barangsiapa membaca Haamiim, surat Ad-Dukhaan pada malam Jum’at, maka pada pagi itu ia diampuni (dari dosanya). [HR. Abu Ya’laa Al-Maushiliy juz 5, hal. 390, no. 6196]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :
Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan (Al-Bashriy) — Hisyam bin Ziyad — Hajjaj bin Muhammad — Ishaq bin Abu Israil — Abu Ya’laa.
Hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Hisyam bin Ziyad, nama lengkapnya adalah Hisyam bin Ziyad bin Abu Yazid Al-Qurasyiy yang nama kunyahnya adalah Abul Miqdaam bin Abi Hisyam Al-Madaniy. Tentang dia, ahli hadits menyatakan demikian :
  • ‘Abdullah bin Ahmad mengatakan : dla’iful hadits
  • Abu Zar’ah mengatakan : dla’iful hadits
  • Yahya bin Ma’in mengatakan : laisa bitsiqat
  • Bukhari mengatakan : para ahli memperbincangkannya.
  • Abu Dawud berkata : ghairu tsiqat
  • Tirmidzi menyatakan : dla’if.
  • Nasaiy dan Ali bin Junaid Al-Azdiy mengatakan : matrukul hadits [Tahdzibut Tahdzib juz 11, hal. 36, no. 78]
Hadits ke-32

عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ جُنْدَبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ. ابن حبان 6: 312، رقم: 2574
Dari Al-Hasan, dari Jundab, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca Yaasiin pada malam hari dengan mengharap (ridla) Allah, maka diampunilah (dosanya)”. [HR. Ibnu Hibban juz 6, hal. 312, no. 2574]

Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :
Nabi SAW — Jundab — Al-Hasan — Muhammad bin Juhadah — Ziyad bin Khaitsamah — Abuhu (Syuja’ bin Walid) — Al-Walid bin Syuja’ bin Walid As-Sakuniy — Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim maula Tsaqif — Ibnu Hibban.
Hadits ini dla’if, karena Al-Hasan (Al-Bashriy) meriwayatkan dengan ‘an ‘anah padahal ia seorang mudallis, maka haditsnya munqathi’. [Lihat Mizaanul I’tidal juz 1, hal. 527, no. 1968]
Hadits ke-33
عَنِ اْلحَسَنِ قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ اَوْ مَرْضَاةِ اللهِ غُفِرَ لَهُ، وَ قَالَ: بَلَغَنِى اَنَّهَا تَعْدِلُ اْلقُرْانَ كُلَّهُ. الدارمى 2: 456، رقم: 3265
Dari Al-Hasan, ia berkata, “Barangsiapa yang membaca Yaasiin pada malam hari dengan mengharap (pahala dari) Allah, atau mengharap ridla Allah, maka diampuni baginya (dari dosanya). Dan perawi berkata, “Telah sampai (khabar) kepadaku bahwa (surat Yaasiin) mengimbangi Al-Qur’an seluruhnya. [HR Darimiy juz 2, hal. 456, no. 3265]
Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :
Al-Hasan (Al-Bashriy) — Abuhu (bernama Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy) — Mu’tamir — Abul Walid Musa bin Khalid — Darimiy.
Hadits ini dlaif, karena disamping bukan sabda Nabi SAW, tetapi semata-mata perkataan Al-Hasan (seorang tabi’i), dengan demikian haditsnya maqthu’, juga dalam sanadnya ada perawi bernama Sulaiman At-Taimiy yang nama lengkapnya adalah Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy Abul Mu’tamir Al-Bashriy, ia dinyatakan mudallis oleh Adz-Dzahabiy. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 212, no. 3481]
Hadits ke-34
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ دَاوَمَ عَلَى قِرَاءَةِ يس كُلَّ لَيْلَةٍ ثُمَّ مَاتَ مَاتَ شَهِيدًا. الطبرانى فى المعجم الصغير 2: 191، رقم: 1010
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membiasakan membaca surat Yaasiin setiap malam, kemudian meninggal, maka ia meninggal dalam keadaan mati syahid”. [HR. Thabraniy, dalam Mu’jamush Shaghiir juz 2, hal. 191, no. 1010]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :
Nabi SAW — Anas bin Malik — Az-Zuhriy — Ma’mar — Rabah bin Zaid Ash-Shan’aniy — Sa’id bin Musa Al-Azdiy Al-Himshiy — Muhammad bin Hafsh Al-Anshariy Al-Himshiy — Muhammad bin Musa Al-Qaththan Al-Hamdaniy — Thabraniy.
Hadits ini dla’if, karena di dalam sanadnya ada perawi bernama Sa’id bin Musa Al-Azdiy Al-Himshiy. Rawi tersebut dinyatakan memalsu hadits oleh Ibnu Hibban. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 159, no. 3280]
Hadits ke-35

عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس كُلَّ لَيْلَةٍ غُفِرَ لَهُ. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 480، رقم: 2462
Dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa membaca Yaasiin setiap malam, niscaya diampuni baginya (dari dosanya)”. [HR. Baihaqi, dalam Syu’abul Iimaan juz 2, hal. 480]

Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :
Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan — Abul ‘Awwam — Al-Mubarak bin Fudlalah – Khalaf bin Walid —‘Abdullah bin Ahmad bin Abi Masrah Al-Makkiy — Abu Muhammad Al-Hasan bin Muhammad Sukhtuwaih — Abu ‘Abdullah Al-Hafidh — Baihaqiy.
Hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Al-Hasan (Al-Bashriy) yang meriwayatkan dengan ‘an ‘anah dari Abu Hurairah pada hal ia seorang mudallis, maka haditsnya munqathi’.
Kesimpulan :
Hadits-hadits mengenai membaca surat Yaasiin di malam hari semuanya dla’if.
Surat Yaasiin dibaca di pagi hari
Hadits ke-36

عَنْ عَطَاءِ بْنِ اَبِى رَبَاحٍ قَالَ: بَلَغَنِى اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس فِى صَدْرِ النَّهَارِ قُضِيَتْ حَوَائِجُهُ. الدارمى 2: 457، 3268
Dari ‘Atha’ bin Abi Rabah, ia berkata : Telah sampai berita kepadaku, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Yaasiin pada permulaan siang, niscaya terpenuhi segala keperluannya”. [HR. Darimi juz 2, hal. 457, no. 3268]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :
Nabi SAW — ‘Atha’ bin Abu Rabah (tidak mendengar dari Nabi SAW) — Muhammad bin Juhadah — Ziyad bin Khaitsamah — Abuuhu — Al-Walid bin Syuja’ — Darimiy.
Hadits ini dla’if, karena hadits ini mursal. Yakni ‘Atha’ bin Abi Rabah bukan shahabat, sehingga tidak jelas dari siapa dia mendapatkan hadits ini.
Hadits ke-37
عَنِ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ قَالَ: قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: مَنْ قَرَأَ يس حِيْنَ يُصْبِحُ اُعْطِيَ يُسْرَ يَوْمِهِ حَتَّى يُمْسِيَ، وَ مَنْ قَرَأَهَا فِى صَدْرِ لَيْلَةٍ اُعْطِيَ يُسْرَ لَيْلَتِهِ حَتَّى يُصْبِحَ. الدارمى 2: 457، رقم: 3269
Dari Syahr bin Hausyab, ia berkata : Ibnu ‘Abbas berkata : Barangsiapa membaca Yaasiin ketika pagi hari, niscaya diberikan kepadanya kemudahan pada hari itu hingga sore hari, dan barangsiapa yang membacanya pada permulaan malam, niscaya diberikan kepadanya kemudahan pada malamnya hingga pagi. [HR. Darimiy juz 2, hal. 457, no. 3269]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :
Ibnu ‘Abbas — Syahr bin Hausyab — Rasyid Abu Muhammad Al-Himaniy — ‘Abdul Wahhab (bin ‘Abdul Majiid) — ‘Amr bin Zurarah — Darimiy.
Hadits ini dla’if, disamping hadits ini mauquf (perkataan shahabat), bukan sabda Nabi SAW, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Syahr bin Hausyab. Tentang perawi ini :
  • Nasaiy dan Ibnu ‘Adiy mengatakan, “Dia laisa bil qawiy”. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 283, no. 3756]
Hadits ke-38
قَالَ يَحْيَى بْنُ اَبِى كَثِيْرٍ: بَلَغَنِى اَنَّ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ يس لَيْلاً لَمْ يَزَلْ فِى فَرَحٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَ مَنْ قَرَأَهَا حِيْنَ يُصْبِحَ لَمْ يَزَلْ فِى فَرَحٍ حَتَّى يُمْسِيَ. يحيى بن ابى كثير، فى تفسير القرطبى 15: 4
Berkata Yahya bin Abi Katsir : Telah sampai kepadaku, bahwasanya barangsiapa membaca surat Yaasiin pada malam hari, maka tiada henti-hentinya ia dalam kegembiraan hingga pagi harinya, dan barangsiapa membacanya di waktu pagi, maka tiada henti-hentinya ia dalam kegembiraan hingga sore hari. [Yahya bin Abu Katsir, dalam Tafsir Al-Qurthubiy, juz 15, hal. 4]
Hadits ini bukan sabda Nabi SAW. Dalam riwayat ini Yahya bin Abu Katsir tidak menyandarkannya kepada siapapun, beliau hanya mengatakan, “Telah sampai kepadaku”. Maka perkataan seperti ini tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu riwayat tersebut tidak dapat diamalkan, karena tidak jelas sejauh mana riwayat tersebut disandarkan.
Kesimpulan :
Hadits-hadits mengenai membaca surat Yaasiin di pagi hari semuanya dla’if.
Surat Yaasiin dibaca siang hari
Hadits ke-39
عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى يَوْمٍ اَوْ لَيْلَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ. الطبرانى فى المعجم الصغير 1: 255، رقم: 417
Dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca surat Yaasiin pada siang atau malam hari dengan mengharap ridla Allah, niscaya diampuni baginya (dari dosanya)”. [HR. Thabraniy, dalam Mu’jamush Shaghir juz 1 hal. 255, no. 417]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :
Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan (tidak mendengar dari Abu Hurairah) — Ghalib Al-Qaththan — Jasr (bin Farqad) — Hasan bin Abu Ja’far — Aghlab bin Tamim — Wahab bin Baqiyyah — Humaid bin Ahmad bin ‘Abdullah Al-Wasithi — Thabrani.
Hadits ini dla’if, karena ada beberapa kelemahan.
  • Pertama, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Aghlab bin Tamim. Bukhari mengatakan, “Ia munkarul hadits”. [Lisaanul Mizaan juz 1, hal. 518, no.1434]
  • Kedua, dan juga pada sanad ini ada perawi bernama Jasr bin Farqad, maka bertambah buruklah kedla’ifan hadits tersebut, karena Jasr bin Farqad rawi yang dla’if. Nama lengkapnya adalah Jasr bin Farqad Al-Qashab Al-Bashriy dan kunyahnya adalah Abu Ja’far. Nasaiy mengatakan, “Jasr bin Farqad dla’if”. [Mizaanul I’tidal juz 1, hal. 398, no. 1480]
  • Ketiga, Al-Hasan meriwayatkan dengan ‘an ‘anah dari Abu Hurairah, padahal ia seorang mudallis, maka haditsnya munqathi’.
Hadits ke-40
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ اَبِى لَيْلَى قَالَ: لِكُلّ شَيْءٍ قَلْبٌ وَ قَلْبُ اْلقُرْانِ يس. مَنْ قَرَأَهَا نَهَارًا كُفِيَ هَمُّهُ وَ مَنْ قَرَأَهَا لَيْلاً غُفِرَ ذَنْبُهُ. تفسير القرطبى 15: 2
Dari ‘Abdur Rahman bin Abi Laila, ia berkata : Barangsiapa membacanya pada siang hari, niscaya dicukupi kebutuhannya, dan barangsiapa membacanya pada malam hari, niscaya diampuni dosanya. [Tafsir Al-Qurthubiy juz 15, hal. 2]
Riwayat ini hanya datang dari ‘Abdur Rahman bin Abu Laila dan tidak ada keterangan sampai sejauh mana kebenaran riwayat ini disandarkan, maka riwayat ini tidak dapat diamalkan.
Kesimpulan :
Hadits-hadits mengenai membaca surat Yaasiin di siang hari semuanya dla’if.
Bersambung….
sumber brosur mta

Post yang bagus, bukan ? jadi kalau mau yang agama, silahkan kunjungi http://salampathokan.blogspot.com/

Sampai Jumpa