Part 1 : Recruitment

“SIAP !!! GRAK !!!!” teriak pemimpinku. Aku tidak tahu mengapa ayahku terobsesi anaknya menjadi seorang tentara. Namaku John Cramore. Ibuku berasal dari China dan ayahku berasal dari Belgia. Aku tinggal bersama saudaraku di New York tetapi aku harus pindah ke Washington D.C untuk berlatih menjadi tentara. Aku menyukai seorang gadis Asia, Angel namanya. Tapi inilah sifat burukku, aku tak punya keeberanian untuk mengencaninya. Aku sering bercerita kepada teman sekamarku bahwa aku sangat menyukai Angel dari sisi parasnya, sikapnya, dan juga senyumnya yang manis tapi sayang, dia pemarah tetapi kalau emosinya stabil, dia kan terlihat seperti malaikat. Penasaran mengapa aku bisa bertemu Angel ? Aku bertemu dengannya pada tanggal 21 Juli 2011 jam ke 14 menit ke 30 detik ke 3. Dia ( atau mungkin aku ) menabrakku dan menjatuhkan seluruh bukunya. Aku pun membantu dia merapikan semua bukunya. Dia pun mengucapkan terima kasih dan sebelum dia pergi, aku masih sempat menanyai namanya. Dia menjawab Angel Maurice. Keesokan harinya, aku kembali bertemunya di perpustakaan kota. Aku pun kembali menyapanya. Dia tersenyum dan aku pun kembali bertanya. Aku bertanya, apa profesinya ? Dia menjawab “Aku adalah seorang penari di Studio 38 di Jalan Everest no.52.” Aku pun kembali bertanya, apakah hobinya ? Dia kembali menjawab “Ya jelas menarilah. Aku suka meniru orang Korea dalam berdansa dan menari.” Tiba-tiba, handphonenya menyala dan dia pun permisi padaku untuk pergi ke Studio 38. Aku yang penasaran mengikutinya sampai ke Studio 38. Sakit sekali melihat kejadian itu, dia ternyata berpacaran dengan seorang yang tinggi dan tampan. Mau tahu rasanya pada waktu itu ? Serasa dicekik oleh seorang yang berkuku panjang di sebuah tiang berapi-api yang suhunya mencapai 10000 derajat celcius juga ditikam oleh seorang berotot besar yang memakai tombak besi tanpa karat untuk menikam korbannya.

Kepalaku tertunduk dan rasanya ingin menggantungkan diri di Imperial State Building. Dengan taksi, aku kembali ke barakku. Itulah cerita saat aku bertemu dengan Angel. Sekarang, aku telah diterima di angkatan darat. Ketuaku bilang aku dapat cuti selama 1 bulan. Aku pun mendapat uang jajan $500 dan sebuah apartemen pinjaman. Dan satu hal yang membuatku sangat senang yaitu bahwa Angel putus dengan pacarnya yang tinggi dan tampan itu karena suatu argumen. Aku mengetahuinya dari seorang teman Angel. Aku juga berhasil mendapat nomor handphone-nya. Degan perasaan berani, aku mencoba menelepon Angel.