Di sebuah padang gurun, hiduplah seorang kakek dan juga cucunya. Mereka mengembara melewati padang gurun untuk sampai ke sebuah kota. Sang kakek mengizinkan cucunya untuk duduk diatas unta. Tiba-tiba lewat seorang pengembara, dengan menggelengkan kepala dia berkata “Kasihan sekali kakeknya. Sementara sang cucu duduk diatas unta dengan santai.” Setelah sang pengembara berlalu, cucunya menyuruh agar kakeknya duduk diatas unta sementara ia berjalan kaki. Sang kakek pun naik keatas unta. Baru beberapa menit berlalu, seorang pengembara lain lewat dan melihat kakek dan cucunya tersebut kemudian ia berkata “Kasihan cucunya. Kakeknya memaksa dia berjalan kaki sedangkan ia duduk diatas unta. Sungguh kasihan.” Akhirnya, mereka berdua naik keatas unta setelah mendengar perkataan si pengembara tersebut. Setelah beberapa menit berlalu, seorang pengembara lewat lagi. Sambil menggelengkan kepala, ia mengatakan “Unta yang kasihan. Dia diduduki oleh 2 orang yang kejam.” Sang kakek pun mulai geram dan menyuruh cucunya agar turun dan mereka berdua berjalan kaki saja. Lewat seorang pengembara lagi dan kemudian tertawa terbahak-bahak. Ia kemudian berkata “Bodoh sekali. Ada unta tapi gak dinaikin.” Mungkin tidak bisa dibayangkan lagi wajah sang kakek. Sang kakek dan cucunya meninggalkan unta tersebut. Tiba-tiba, sekelompok pengembara menertawai mereka dan berkata “Unta kok ditinggalin. Bodoh amat.” Maaf sekali ya karena cerita ini tak bisa diakhiri karena tulisan ini sangatlah mengerikan. Bisa dibayangkan wajah sang kakek.