Komet Halley

 Komet merupakan salah satu benda terbesar dalam tata surya. Ukurannya dapat melebihi 10 mil dan mempunyai ekor yang panjangnya jutaan mil sampai angkasa. Oleh karena itu, seringkali komet disebut dengan bintang berekor. Komet merupakan benda angkasa seperti lapisan batu yang terlihat mempunyai cahaya karena adanya gesekan atom-atom di udara.

Edmund Halley

 Pada tahun 1705 Edmund Halley memperkirakan bahwa sebuah komet akan terlihat pada tahun 1531, 1607, 1682, dan kembali lagi tahun 1758. Karena hal tersebut maka satu dari sekian banyak komet diberikan nama komet “Halley”. Rata-rata periode munculnya komet Halley adalah antara setiap 76-79 tahun sekali. Komet Halley terakhir terihat pada tahun 1986 dan diperkirakan akan tampak lagi pada tahun 2061. Inti atau pusat dari komet Halley sangat gelap, besarnya kurang lebih 16 x 8 x 8 km. Selain komet Halley masih ada komet lainnya, diantaranya komet Hyakutake dan komet Hale-Bopp.

 Para peneliti AS berpendapat, pada 251 juta tahun yang lalu terjadi kepunahan yang sangat besar disebabkan komet atau asteroid yang menabrak bumi. Kesimpulan itu diperoleh karena adanya atom yang terjebak di dalam kerangka molekular karbon. Namun hingga kini belum diketahui di mana tempat tabrakan komet atau asteroid dengan bumi tersebut. Meskipun demikian, para ilmuan berhasil mengidentifikasi jalur komet atau asteroid yang menabrak bumi. Di dalam lapisan batu yang ada pada saat itu terdapat molekul karbon rumit yang disebut fullerene yang berisi isotop helium dan argon yang terjebak di dalamnya. Fullerene berisi sedikitnya 60 atom karbon dalam struktur yang mirip bola sepak.

 Penelitian yang dilakukan makin sulit, karena hanya sebagian kecil batu berusia 251 juta tahun yang masih tersisa di bumi. Sebagian besar batu-batu tersebut sudah didaur ulang melalui proses tektonik di bumi ini. Para peneliti memperkirakan komet atau asteroid tersebut berdiameter 6 hingga 12 km. Asteroid atau komet yang sebesar ini yang memusnahkan dinosaurus pada 67 juta tahun lalu. Para ilmuwan menentukan ukuran atas dua faktor. Jika berukuran kurang dari 6 km, dampaknya tidak global. Tapi jika berukuran lebih besar dari 12 km, maka fullerene yang mengandung gas disebarkan ke seluruh dunia.

 Dampak tabrakan asteroid atau komet seukuran itu diperkirakan mengeluarkan energi sekuat 1 juta kali gempa bumi terbesar yang terjadi selama satu abad terakhir. Para peneliti yakin bahwa dampak dan kecepatan kepunahan terjadi simultan dengan beberapa aktivitas vulkanis di dunia yang pernah terjadi. Hal itu menyebabkan punahnya 90% spesies laut dan 70% spesies binatang di daratan. Kepunahan massal pada 251 juta tahun lalu merupakan yang terbesar. Banyak fosil, seperti trilobites yang memiliki 15.000 spesies, benar-benar punah dari atas bumi.

Penulis baru :v
=====***=====***=====
Dipindahkan dari blog http://zesy-madara.blogspot.com/