Margaret Thatcher



London, (Analisa).Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, yang sering dijuluki “Wanita Besi”, meninggal dunia setelah mengalami stroke, kata jurubicaranya, Senin (8/4). Ia meninggal dalam usia 87 tahun
“Dengan perasaan duka mendalam Mark dan Carol Thatcher mengumumkan bahwa ibunda mereka Thatcher meninggal dengan damai setelah terkena stroke tadi pagi,” kata jurubicara keluarga Thatcher, Lord Tim Bell, merujuk kepada anak-anak Thatcher.
Ratu Inggris Elizabeth II merasa sedih mendengar berita tentang kematian Thatcher, kata Istana Buckingham. “Ratu sedih mendengar berita kematian Thatcher. Yang Mulia akan mengirim pesan pribadi yang menyatakan simpatinya kepada keluarga itu,” katanya.
Mantan PM Inggris, yang memerintah dari 1979 hingga 1990, menderita dementia (gangguan mental) dan jarang muncul di publik beberapa tahun terakhir. Dia dirawat di rumah sakit pada Desember untuk menjalani operasi kecil karena ada masalah di kandung kemihnya.
Mantan pemimpin Partai Konservatif itu merupakan satu-satunya perdana menteri perempuan dalam sejarah Inggris dan penghuni terlama Downing Street di abad ke-20.
Putrinya pernah mengungkapkan mantan perdana menteri itu harus diingatkan berkali-kali bahwa suaminya Denis telah meninggal pada 2003. Dia diberitahu dokter untuk tak lagi berpidato satu dekade lalu setelah serangkaian stroke.
Thatcher merupakah salah seorang tokoh politik paling tenar selama paroh abad 20. Dia teman politik Presiden konservatif AS Ronald Reagan. Mereka saling mendukung dalam menentang komunisme selama dekade Perang Dingin.

Berkali Gagal

Thatcher lahir denga nama Margaret Hilda Thatcher pada 13 Oktober 1925 di Grantham, Lincolnshire, dari pasangan Alfred Roberts dan Beatrice. Ayahnya dikenal sebagai pegiat di Gereja Methodist dan juga anggota dewan kota.
Thatcher muda mengambil jurusan sains ketika berkuliah di Somerville College, Oxford, dan menjadi mahasiswi ketiga yang menjabat sebagai presiden Partai Konservatif di kampusnya.
Setelah lulus ia pindah ke Colchester, Inggris timur, dan bekerja di perusahaan plastik.
Pada 1949 ia dicalonkan sebagai wakil rakyat untuk wilayah di Dartford, Kent, Inggris tenggara, untuk pemilu 1950 dan 1951 namun gagal. Tapi ia berhasil membuat mata media mengarah kepadanya setelah partai dukungannya menggerus suara Partai Buruh.
Ia menikahi Denis Thatcher pada 1951 dan mulai belajar hukum. Dua tahun kemudian ia lulus menjadi pengacara. Tahun ini Thatcher juga memiliki anak kembar, Mark dan Carol.
Thatcher terjun lagi di pemilu 1955 tapi lagi-lagi gagal.
Ambisinya menjadi anggota parlemen akhirnya terwujud melalui daerah pemilihan Finchley, yang memang dikenal sebagai basis Konservatif, pada pemilu 1959.
Terpilihnya Thatcher sebagai anggota DPR ini menandai karier cemerlang di panggung politik Inggris.
Hanya dua tahun kemudian ia diangkat menjadi menteri muda dan menyusul kekalahan Konservatif di pemilu 1964, ia ditunjuk menjadi menteri bayangan.
Partai Konservatif menggelar pemilihan ketua baru dan Thatcher masuk ke kubu Ted Heath pada 1965. Ia lantas ditunjuk menjadi juru bicara Konservatif untuk urusan perumahan.
Ketika Heath menjadi PM pada 1970, Thatcher diangkat sebagai menteri pendidikan. Kariernya dalam pemerintahan tak bertahan lama karena PM Heath tumbang di tengah krisis minyak dan mogok para pekerja.
Konservatif kembali menggelar pemilihan ketua pada 1975 dan kali ini Thatcher berseberangan dengan Heath. Ia menganggap kebijakan ekonomi Heath tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang partai.
Di luar dugaan Thatcher menang dan menjadi wanita pertama yang memimpin partai besar dalam sejarah Inggris modern.
Dalam pidato pada 1976 ia mengecam Rusia yang ia sebut represif dan dari sini muncul gelar The Iron Lady atau Wanita Besi dari media di negara tersebut.

Diambil dari : Analisa